"Prabowo terpaksa mengkhianati komitmen untuk menang seperti saat pertama kali bertemu Demokrat sebulan lalu. Partai Demokrat. Sayangnya alasan pengkhianatan yang menyangkut persoalan hidupnya itu dikemukakan jelang akhir pendaftaran. Ini soal aib yang tak perlu kami jelaskan," kicau Andi di akun twitternya @AndiArief__.
Dalam kicau sebelumnya Andi menjelaskan bahwa Demokrat menolak Sandiaga menjadi cawapres Prabowo karena baik Prabowo maupun Sandi sama-sama berasal dari Partai Gerindra. Fakta itu disebut Andi melanggar etik koalisi.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opsi pertama adalah kembali ke komitmen atau janji Prabowo yang meminta AHY cawapres karena faktor elektabilitas. Opsi kedua mencari figur alternatif untuk dibicarakan bersama dengan mempertimbangkan kemungkinan mengalahkan Jokowi-Ma'ruf Amien.
[Gambas:Twitter]
Andi mengatakan Demokrat tak mempersoalkan penghianatan Prabowo itu. Dia menyebut langkah itu terpaksa ditempuh Prabowo karena menyangkut keadaan hidupnnya. Namun, Andi menegaskan bahwa Demokrat tetap harus mengambil langkah untuk tidak bersama Gerindra.
Di kicau penutupnya Andi mengatakan Demokrat tetap mendoakan Prabowo meski tak lagi berkoalisi. Hanya saja Andi menitipkan sebuah pesan.
"Siapapun yang memiliki masalah cukup besar dalam hidup terutama soal ekonomi, sebaiknya jangan berpolitik. Karena akan memicu penghianatan," kata Andi.
Lihat juga:Demokrat: Elektabilitas Sandiaga Rendah |
"Saya belum tahu persisnya, tapi yang melakukan komunikasi politik kan tingkat tinggi, ada waketum, sekjen. Sampai hari ini kita belum ada update ada komunikasi dengan pihak istana atau tidak," katanya. (wis/gil)