Salat yang diikuti oleh pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ini membahas soal tugas pemimpin dan penderitaan rakyat.
Al Khtahthath memulainya dengan mengutip sebuah surat dengan Alquran dengan menyertakan penafsirannya terhadap surat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu saja rakyat lapar, gelandangan, telanjang, di akhirat akan dihisab Allah SWT apa pekerjaanmu sebagai penguasa?" kata Al Khaththath.
Al Khaththath melanjutkan tugas kedua seorang pemimpin menurut Alquran adalah menegakkan hukum yang adil.
Lihat juga:Jokowi-Ma'ruf Batal Salat Jumat di Istiqlal |
"Kalau tidak mengikuti petunjuk Allah SWT kita tidak tahu mana yang adil. Kalau ikuti sesama manusia pasti manusia punya vested interest masing-masing," imbuh dia.
Masjid Sunda Kelapa, Menteng, menjadi lokasi bagi kubu Prabowo-Sandiaga untuk melaksanakan Salat Jumat sebelum menuju KPU untuk menyerahkan berkas persyaratan capres-cawapres.
Tampak pula dua calon gubernur yang diusung Gerindra di Pilgub Jabar dan Jateng 2018 yakni Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Sudirman Said. Selain mereka, tampak Adhyaksa Dault dan petinggi Gerindra, PKS, dan PAN.
Selepas salat Jumat, Prabowo dan Sandiaga akan mendaftar ke KPU yang berada di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
(wis)