"Kami bersyukur penyelaman berjalan lancar, tidak ada insiden satu pun. Semua penyelam sesuai dengan prosedur dan sesuai dengan sertifikat yang mereka punya, keahlian menyelam di bawah laut," kata Tri Suswati Tito Karnawian, Ketua Umum Organisasi Wanita Selam Indonesia kepada stasiun televisi, CNNIndonesia, Sabtu.
Penyelaman massal di Pantai Manado, Mega Mas, Sulawesi Utara itu sedianya akan dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pengibaran bendera Merah Putih di bawah Laut terpanjang di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Jaya Suprana, pendiri MURI, tampaknya penyelaman oleh ratusan penyelam wanita tersebut telah memecahkan rekor dunia.
Menurut istri Kapolri Tito Karnavian itu, salah satu tujuan kegiatan penyelaman massal adalah memperkuat Indonesia sebagai negara maritim, serta memasyarakatkan olah raga menyelam. Tidak saja bagi perempuan, tapi juga seluruh rakyat Indonesia. "Lewat olah raga menyelam, masyarakat juga belajar untuk mencintai laut dan tidak membuang sampah sembarangan di laut," katanya.
"Saya adalah orang yang awam tentang dunia bawah laut. Mendapat kesempatan menyelam, saya terkagum-kagum dengan keindahan bawah laut Indonesia yang terkenal oleh para penyelam di seluruh dunia," kata Tri kepada CNNIndonesia.
Penyelaman massal yang diselenggarakan Wanita Selam Indonesia bekerja sama dengan berbagai instansi seperti Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) diikuti berbagai kalangan. Antara lain anggota Bhayangkari, polisi wanita, anggota Kodam Merdeka XII, Kodam Pattimura, Lantamal VI Makassar, Persit dan komunitas selam.
(nat)