Saat itu perjalanan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut diiringi marching band. Prabowo, yang duduk di dalam mobil, didampingi pasukan musisi berpakaian rapi dan irama menghentak sejak meninggalkan Masjid Agung Sunda Kelapa.
Ketika lokasi kantor KPU semakin dekat, Prabowo mendapati relawan dan simpatisan yang begitu banyak. Jalanan sekitar kantor KPU begitu padat oleh massa. Mobil Prabowo tidak leluasa bergerak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sandiaga tidak nampak bersama Prabowo. Sementara Prabowo berada di atas mobil, Sandiaga justru berjalan kaki dari Masjid Agung Sunda Kelapa. Padahal, tujuan mereka sama, yakni kantor KPU dan mendaftar sebagai bakal pasangan calon di Pilpres 2019.
"Sepertinya sudah membagi peran masing-masing," ujar Adi saat dihubungi Sabtu (11/8).
Prabowo Subianto saat pendaftaran sebagai bakal capres di KPU. (CNN Indonesia/Safir Makki). |
"Itu fatsun dan kebiasaan elit militer yang menyapa prajuritnya dengan mobil jip terbuka," kata Adi.
"Prabowo ingin menegaskan bahwa dirinya adalah bekas jenderal yang gagah perkasa meski usianya sudah tua. Pesan itu nyata sekali," lanjutnya.
Lihat juga:Sandiaga Pemecah Kebuntuan Koalisi Prabowo |
"Ini kelihatan sekali Prabowo masih setengah militer, setengah sipil," kata Adi.
Mengenai Sandiaga yang berjalan kaki dan tidak bersama Prabowo di atas mobil, Adi melihat langkah itu ditempuh untuk menghilangkan jarak dengan masyarakat. Sandiaga, kata Adi, ingin menunjukkan kepada publik bahwa dirinya adalah calon pemimpin yang rela berada di bawah bersama masyarakat.
"Dia menyalami pendukungnya satu persatu. Dia ingin mempraktikkan model pemimpin sipil yang merakyat," kata Adi.
Sandiaga Uno saat berjalan kaki menuju ke KPU untuk mendaftar sebagai bakal cawapres di KPU. (CNN Indonesia/Safir Makki). |
Menurut Adi, sebetulnya akan jauh lebih baik jika Prabowo juga berjalan kaki bersama Sandiaga. Publik akan melihat bahwa Prabowo-Sandiaga tidak ingin berjarak dengan masyarakat jika sudah menjadi pemimpin di kemudian hari.
Meski begitu, Adi melihat ada faktor dari diri Prabowo dari perjalanan menuju KPU itu, yakni seseorang yang ingin menghegemoni atau selalu ingin menjadi pusat perhatian meski memiliki pendamping. Adi menganggap Prabowo memang memiliki sifat seperti itu.
"Prabowo ingin terus menjadi satu-satunya sorotan yang terus menarik perhatian orang," kata Adi.
Jika dugaan Adi tersebut tepat, mungkin Prabowo telah meraih apa yang direncanakannya. Karena jika melihat suasana di KPU kemarin, massa memang lebih antusias mengelilingi Prabowo daripada mengantar Sandiaga berjalan kaki. (osc/asa)
Prabowo Subianto saat pendaftaran sebagai bakal capres di KPU. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Sandiaga Uno saat berjalan kaki menuju ke KPU untuk mendaftar sebagai bakal cawapres di KPU. (CNN Indonesia/Safir Makki).