Pesawat perintis itu seharusnya hanya menempuh perjalanan selama 40 menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jayapura. Namun pesawat tak juga sampai sehingga polisi melakukan pencarian.
Kapolres Kabupaten Pegunungan Bintang, Michael Mumbunan mengatakan bahwa penduduk Okatem bersaksi sempat mendengar bunyi keras diikuti ledakan. Diduga suara itu berasal dari Pesawat Philatus yang jatuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Papua sendiri bukan medan yang mudah untuk penerbangan pesawat. Banyaknya pegunungan membuat beberapa kecelakaan terjadi di kawasan ini.
Pada Juli tahun lalu, liam orang meninggal dalam kecelakaan kecil di dekat Wamena, Papua.
Sementara pada Agustus 2015, pesawat Trigana tergelincir karena cuaca buruk di Papua. Sebanyak 54 orang meninggal dalam kecelakaan ini. (osc)