Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan hal itu dilakukan karena banyaknya sekolah yang rusak atau roboh akibat gempa tersebut.
"Tadi sudah saya pancing sekolah ini kan banyak sekali yang roboh, saya pikir nanti prioritas buat bangun sekolah, kalau kita bantu ya kita bangun," tutur Saefullah di Kantor Gubernur NTB, Sabtu (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah membuat surat edaran ke SKPD untuk menghimpun stakeholder masing-masing untuk karyawan, anak sekolah, masyarakat," kata Saefullah.
Saefullah menyampaikan Pemprov DKI juga pernah memberikan bantuan berupa pembangunan sekolah saat terjadi bencana gempa dan tsunami di Aceh serta gempa di Jogja.
"Waktu di Aceh kita bangun total di Aceh dua sekolah, di Jogja tiga sekolah, ada rehab, ada total," ujarnya.
Kendati demikian, Saefullah belum bisa memastikan jumlah sekolah yang akan direnovasi oleh Pemprov DKI. Hal itu bergantung dari jumlah dana atau sumbangan yang berhasil dikumpulkan.
Menurut Saefullah, sekolah yang direnovasi tersebut akan ditunjuk langsung oleh Pemprov NTB, sehingga akan ada diskusi lebih lanjut antara Pemprov DKI dengan Pemprov NTB terkait hal itu.
"Sekolah mana yang parah, muridnya banyak, ya menurut paling prioritas lah menurut orang sini, orientasinya itu yang kita kerjakan. Metodenya nanti didiskusikan sambil jalan seperti apa," tuturnya.
Lebih dari itu, Saefullah menyebut Pemprov DKI juga telah mengirimkan bantuan dokter, paramedis, serta relawan untukmu membantu penanganan korban gempa Lombok.
"Dokter yang kita kirim ada enam orang, paramedis delapan orang, terus Tagana sama relawan jumlahnya total semua sekitar 40," kata Saefullah.
Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan bantuan berupa dana sebesar Rp250 juta. (lav)