Kehadiran mereka bertujuan untuk menggelar aksi menuntut calon wakil presiden yang diusung Koalisi Indonesia Kerja, Ma'ruf Amin segera mundur dari jabatannya sebagai Ketua MUI.
Dari pantauan di lapangan, jumlah massa hanya sekitar delapan orang. Mereka lengkap menggunakan baju muslim putih, peci dan dilengkapi dengan sarung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tak ingin MUI jadi lembaga politis kawan-kawan. Dipastikan bahwa kebijakannya tak berdasarkan keinginan masyarakat muslim, paham?" ujar orator saat melakukan aksi.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mendeklarasikan berpasangan dengan Ma'ruf Amin, sebagai pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden 2019-2024.
Ma'ruf saat ini menjabat Ketua Umum MUI dan juga Rais Aam PBNU. Pria kelahiran Tangerang, 11 Maret 1943 ini pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.
Ketua KSP Indonesia Ananda Imam mendesak pada pengurus MUI untuk mengambil keputusan agar Maruf Amin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum MUI.
"Sangat tidak etis kalau MUI memilih jalur politik praktis demi tujuan tertentu, sebab dengan demikian tentu umat akan merugi karena bisa dipastikan tiap keputusan yang diambilnya bertendensi dari kepentingan kelompok tertentu," ujarnya.