"Bukti kami sudah siapkan tergantung nanti dari kepolisian, ya, kita akan konsultasi kembali. Buktinya salah satunya, ya, Tweet-nya Andi Arief," ujar Lisman di Polda Metro Jaya pada Senin (13/8).
Sandi dilaporkan atas dugaan korupsi karena diduga membawa dan memberikan uang dengan total Rp1 triliun untuk dua partai pengusung Prabowo Subianto agar dirinya diterima sebagai cawapres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, uang itu tidak bisa disebut sebagai uang untuk dana kampanye Pilpres 2019 karena Sandi saat itu belum dipastikan akan mendampingi Prabowo sebagai cawapres.
[Gambas:Twitter]
"Jadi ngapain KPK OTT terus, sementara kasus yang ini jelas-jelas Rp1 triliun. KPK harusnya proaktif dong, jangan hanya diam-diam saja melihat hal ini," imbuh dia.
Usai melapor, Lisman mengaku delik yang dikenakan dalam kasus itu ialah korupsi. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait diklaim akan mulai dilakukan pada pekan depan.
"Alhamdulillah kita disambut baik oleh Polda Metro Jaya ini akan masuk ke ranah tipikor. Insyaallah minggu depan sudah ada yang dipanggil," ujar dia, tanpa menunjukkan bukti laporannya.
"Kami berharap Polri bisa menyelesaikan kasus ini supaya tidak menimbulkan fitnah atau berita hoaks. Kalau ini hoaks berarti Andi siap dipenjara," kata dia.
"Kalau bukan hoaks berarti kita kembalikan pada penegak hukum Tipikor untuk menghukum pejabat publik maupun penerima anggaran Rp500 M," pungkasnya.
Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno, di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8). (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief mencuitkan ejekan 'Jenderal Kardus' kepada Prabowo Subianto. Sebab, ia lebih memilih Sandi sebagai cawapres karena mampu membeli suara PAN dan PKS dengan nilai mahar masing-masing Rp500 miliar.
Sandi sebelumnya telah merespons isu ini dengan menyebutnya sebagai bagian dari dinamika kampanye. Sandi mengatakan yang terpenting setelah deklarasi pencapresan Prabowo dan dirinya adalah menyatukan seluruh kekuatan partai pendukung.
"Itu dinamika yang harus kita syukuri, sekarang Demokrat sudah bergabung dan kita sama-sama ingin united we stand," kata Sandi di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8).
(wis/sur)
Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno, di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8). (