"Ya, mudah-mudahan, kalau kejadian dalam arti huru-hara itu tidak terjadi ya, kita harus menjaga bersama persatuan," kata Fadli di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8).
Nilai tukar rupiah hari ini sempat merosot menjadi Rp14.608 per dolar AS. Itu adalah level terendah sejak Oktober 2015 atau dalam tiga tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pelemahan rupiah juga dipicu oleh antisipasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Fadli berpendapat nilai tukar rupiah yang terus merosot ini akan memberikan efek domino terhadap permasalahan ekonomi lain.
Dia berharap pemerintah melakukan intervensi melalui kebijakan ekonomi yang dapat memperbaiki posisi nilai tukar rupiah ini.
Fadli menolak anggapan pihaknya akan 'menjual' isu ekonomi tersebut dalam kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Dia malah mengklaim akan menyelesaikan isu ekonomi yang menurutnya terus memburuk di bawah pemerintahan Joko Widodo.
Selain itu Fadli menyoroti harga kebutuhan pokok yang terus naik, hingga pajak yang ikut naik.
Lebih lanjut Fadli mengatakan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah Jokowi tak memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Boro-boro gitu ya, target yang tiap tahun digunakan oleh pemerintahan Pak Joko Widodo itu tidak pernah ada yang tercapai," ujar Wakil Ketua DPR itu. (wis/pmg)