Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan tim pemenangan sudah mengantisipasi hal tersebut dengan memberikan pelatihan seperti yang dilakukan akhir pekan kemarin.
"Saya kira tidak, bentuk seperti pelatihan kemarin yang kami lakukan itu lah. Paling tidak itu untuk meminimalisir," kata Arsul di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arsul, terdapat dua sasaran yang diharapkan dari pembentukan juru bicara. Hal itu termasuk menyikapi nama-nama kontroversial yang menjadi juru bicara seperti Farhat Abbas dan Razman Arief Nasution.
Di luar itu, lanjut Arsul, peran juru bicara akan menjadi corong Koalisi Indonesia Kerja di elemen-elemen masyarakat sipil, sesuai dengan lingkungan dan profesinya masing-masing.
Arsul menyatakan tak ada syarat spesifik untuk menjadi juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin atau Koalisi Indonesia Kerja. Menurutnya, seorang juru bicara bisa saja dibutuhkan orang yang memiliki paras menarik atau kontroversial.
"Karena, kan, kebutuhannya macam-macam. Enggak ada syarat spesifik, lah," katanya.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang membuka pelatihan para juru bicara pada akhir pekan lalu menyampaikan sejauh ini setidaknya ada 109 orang terdaftar sebagai juru kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin.
Mereka berasal dari partai koalisi dan eksternal dan akan bertugas menyosialisasikan hasil kerja Jokowi kepada masyarakat.