"Jadi ini saya anggap Pak Mahfud mengarahkan atau membelokkan cerita itu ya agar NU dan PKB tidak solid," kata Farhat Abbas di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (15/8).
Pernyataan Farhat disampaikan menyikapi pernyataan Mahfud mengenai manuver Rais Aam Ma'ruf Amin kepada Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) sehingga dirinya tak jadi cawapres di detik-detik terakhir. Mahfud mengaku tahu hal itu dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak mungkin figur seperti Pak Muhaimin membocorkan atau menuduh NU tidak akan mendukung Pak Jokowi kalau (cawapresnya) Pak Mahfud. Itu tidak mungkin," tutur calon legislatif PKB ini.
"Harusnya yang paling ribut atau paling marah adalah Pak Muhaimin. Sudah JOIN tapi tidak diberi kesempatan. Tapi Pak Muhaimin berbesar hati mengatakan ini adalah warga PKB dan warga NU," ucapnya.
Farhat mengaku memahami apabila timbul kekecewaan dari Mahfud. Dia berharap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu dapat menerima dukungan seluruh partai koalisi yang diberikan kepada Maruf Amin. (gil)