Menurut Habiburokhman, Andi Arief menyampaikan hal tersebut saat berkomunikasi dengan dirinya pagi tadi lewat pesan singkat.
"Saya sudah berkomunikasi terus dengan Pak Andi Arief termasuk pagi tadi. Tidak ada masalah, beliau katakan sudah 'case closed', sudah selesai," kata Habiburokhman di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya tantang independensi Bawaslu. Jangan mentang-mentang yang melaporkan kubu yang sedang berkuasa, mereka proaktif," ujarnya.
Habiburokhman melanjutkan pihaknya juga menduga tudingan dugaan mahar Rp500 miliar dari Sandiaga kepada PKS dan PAN ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan Pilpres 2019. Namun, Habiburokhman menolak untuk menyebut pihak yang memanfaatkan isu tersebut.
"Saya enggak menuduh siapa, yang berniat menjadikan isu ini untuk mendiskreditkan pasangan yang kami dukung, ya silakan saja," kata dia.
Polemik mahar dalam proses pencalonan capres-cawapres dalam koalisi Gerindra pertama kali dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief.
PKS dan PAN tak tinggal diam. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membantah tudingan tersebut. Pria yang karib disapa Zulhas itu menganggap tudingan Andi sebagai hoaks dan informasi sampah.
Sementara itu Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin menantang Andi membuktikkan ucapannya. Jika tidak, maka Andi disebutnya hanya melontarkan fitnah belaka. Bahkan baik PAN dan PKS mendesak Andi meminta maaf atas tudingan tersebut.
Meskipun demikian, Demokrat tetap bergabung dengan Gerindra, PKS, dan PAN untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (osc/gil)