Alhasil, penolakan terhadap Mahfud pun mengemuka.
"Rupanya semua [Parpol koalisi] menganggap 2024 dia [Mahfud] jadi saingan terberat kalau dia wapres kan, itu aja," kata dia, saat ditemui di Posko Pemenangan Jokowi-Maruf Amin, Menteng, Jakarta Pusat (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, beberapa partai politik menyatakan keberatan terhadap pencalonan pakar hukum tata negara itu. Meski begitu, Ruhut enggan merincinya.
Akan tetapi, ia mengatakan detik-detik terakhir Mahfud menerima telepon dari seseorang yang menyatakan Jokowi telaj mengubah pilihannya ke Maruf Amin sebagai Cawapresnya
"Waktu itu saya dengan Pak Mahfud [di satu lokasi sebeljm deklarasi], 'Bang aku keluar dulu Bang, ada yang telepon' kata Mahfud tuh. Rupanya dia dapat kabar itu, ya kita mau bilang apa," ungkap Ruhut.
Ia yang sebelumnya sudah bersiap dengan sejumlah kelengkapan persyaratan pendaftaran capres-cawapres pun terpaksa kembali ke kantornya dan menyaksikan Ma'ruf dipilih sebagai cawapres.
(arh/gil)