Pernyataan itu merupakan respons terhadap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyatakan bahwa isu mahar Rp500 miliar lebih parah ketimbang kegagalan Mahfud MD menjadi cawapres Jokowi.
"Mari kita adu gagasan, adu program bagaimana Pak Jokowi mengeluarkan program menyelamatkan ekonomi, Pak Prabowo juga mengeluarkan program-program soal ekonomi," kata Andre kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/8), di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno belakangan memang aktif mendekati kalangan ibu rumah tangga.
Deklarasi tersebut dipimpin oleh Nurdiati Akma yang merupakan Ketua Umum Forum Silaturahmi Antar Pengajian (Forsap), di Gedung Dakwah Haji Asyiyah, Tebet, Jakarta Selatan.
"Dengan ini kami mendeklarasikan diri untuk mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Slaahuddin Uno menjadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024," tutur Nurdiata.
Sebaliknya, kegagalan Mahfud MD menjadi cawapres Jokowi, disebut Andre sebagai fakta.
Ia pun menyebut fakta itu mencerminkan bahwa Jokowi berada dalam tekanan partai koalisi saat memilih cawapresnya. Menurut Andre, situasi yang dihadapi Jokowi itu berbanding terbalik dengan yang terjadi di kubu Prabowo.
Kata dia, meski diwarnai kontroversi partai koalisi pendukung Prabowo pada akhirnya tetap menerima keputusan mantan Danjen Kopassus itu yang memilih Sandiaga.
Lihat juga:Bamsoet: Selamat Tinggal Politik Identitas |