Diketahui, Sandi rapat bersama Prabowo, Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Muhammad Martak, pengusaha Maher Algadri, serta petinggi Front Pembela Islam Munarman dan Ansufri Sambo.
"Pembahasannya lebih cukup mendalam mengenai ekonomi," kata Sandi di kediaman Prabowo, Jakarta, Kamis malam (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi, pertama, mengaku membicarakan soal penggunaan utang negara. Dia mengatakan timnya mengkaji bagaimana caranya agar utang negara dapat berkontribusi konkret terhadap penciptaan lapangan pekerjaan yang luas.
Kemudian, Sandi mengatakan rapat di kediaman Prabowo juga membicarakan soal peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sandi mengaku timnya memikirkan bagaimana BUMN bisa optimal menggerakkan ekonomi di dalam negeri. Tentunya yang dapat langsung dirasakan masyarakat di berbagai lapisan. Misalnya, soal bahan pokok. BUMN, kata Sandi, mesti bisa menjamin harga bahan pokok terus-menerus terjangkau.
"Masyarakat itu membutuhkan ekonomi yang lebih bergerak dan sesuatu yang sangat konkret," kata Sandi.
Sandi mengatakan penajaman sejumlah isu di bidang ekonomi akan terus dibahas dalam 2-3 minggu ke depan. Dia berharap isu-isu tersebut sudah siap disajikan kepada masyarakat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan dan memberi nomor urut capres-cawapres pada 20-21 September. (ayp)