Sekretaris Daerah Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan upacara HUT RI kali ini dilaksanakan dengan menggunakan areal Jalan Penjanggik, sebab halaman kantor Wali Kota yang biasa digunakan untuk upacara saat ini dipakai untuk aktivitas organisasi perangkat daerah (OPD) dengan menggunakan tenda darurat.
"Begitu juga dengan Lapangan Sangkareang, hingga saat ini masih digunakan untuk para pengungsi dan kita tidak mungkin meminta warga membongkar tenda," ujarnya seperti dilansir Antara, Jumat (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan upacara HUT RI tanpa pengibaran bendera merah putih, bukan berarti Pemerintah Kota Mataram tidak mengikuti protokol yang sudah ada.
"Kondisi dan situasi saat ini tidak memungkinkan untuk membuat tiang bendera di tengah jalan utama," katanya.
Hanya saja, lanjutnya, dalam suasana masih berduka pascagempa bumi 7,0 pada Skala Richter (SR) dan gempa susulan 6,0 SR, kegiatan upacara HUT RI dilaksanakan dengan sederhana.
Lihat juga:Warga Gaza Turut Sambut HUT RI |
Eko juga mengapresiasi kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut memeriahkan upacara walau masih dalam kondisi duka. Gubernur NTB TGB M Zainul Majdi dalam sambutannya menyampaikan pesan khusus mengajak pemerintah dan masyarakat mulai membangkitkan kembali semangat membangun daerah NTB.
"Mari kita wariskan semangat pejuang-pejuang kita dalam menghadapi musibah ini," kata TGB. (dal/stu)