Anak-anak mantan anggota teroris itu menjadi pengibar bendera dalam upacara yang digelar di Pondok Pesantren Alhidayah di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
Pondok pesantren yang berlokasi sekitar 30 kilometer dari Kota Medan itu merupakan binaan Khairul Gazali, mantan narapidana kasus terorisme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai upacara pengibaran bendera, seluruh santri menyanyikan lagu-lagu, seperti "Hari Merdeka", "Halo-Halo Bandung", "Padamu Negeri", dan "Gebyar-Gebyar".
Ketika membacakan amanat Kapolri, AKBP Zulfikar juga mengingatkan tentang tanggung jawab santri sebagai generasi penerus bangsa dalam mengisi kemerdekaan.
Setelah upacara bendera, santri-santri Pondok Pesantren Alhidayah menggelar drama kolosal mengenai perjuangan yang dipimpin Bung Tomo ketika melawan penjajah di Surabaya.
Irfan Idris mengatakan upacara dengan melibatkan anak-anak mantan anggota jaringan teroris itu, juga digelar di Lamongan, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut diharapkan makin membangkitkan nasionalisme generasi muda sehingga tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan banyak orang, terutama aksi terorisme.
Herwan Chaidir mengaku terharu dengan drama kolosal yang dibawakan santri-santri Pondok Pesantren Alhidayah tersebut.
"Itu membuktikan potensi mereka sangat tinggi. Kami titip supaya mereka dibina terus agar menjadi generasi yang berguna," katanya. (stu)