"Ini kan lebih dangkal [gempanya]. Yang dulu kedalamannya 15 Km, sekarang 10 km. Jadi jelas kerasa sekali," ucap Kasubdit Penanganan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial Iyan Kusmadiyana, yang tengah berada di NTB, Minggu (19/8) malam.
"Kami belum bisa memastikan keberadaan korban. Namun dengan kekuatan seperti ini bisa saja jatuh korban," ia menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, gempa dengan magnitudo 7,0, yang terjadi pada pukul 21.56 WIB, dan berpusat di 30 Km timur laut Lombok Timur, NTB.
Ketiga, gempa dengan magnitudo 5,8 pada pukul 22.28.59 WIB. Pusatnya ada di 23 Km barat laut Lombok Timur, NTB.
[Gambas:Twitter]
Keempat, gempa dengan magnitudo 5,0 pada pukul 22.45 WIB, yang berpusat di 56 Km timur laut Lombok Timur, NTB.
Kelima, gempa dengan magnitudo 5,1 pada jam 23.21 WIB, berpusat di 44 Km timur laut Lombok Timur, NTB.
Keenam, gempa dengan magnitudo 5,5 pada pukul 23.37 WIB dan berpusat di 42 Km timur laut Lombok Timur, NTB.
[Gambas:Twitter]
Sementara, gempa pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB dengan kekuatan 7,0 SR terjadi pada kedalaman 15 Km.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, gempa pada Minggu (19/8) malam ini memang lebih kencang. Jumlah korban belum bisa dipastikan.
"Gempa dirasakan keras di Lombok Timur yang paling berdekatan dengan pusat gempa. Gempa dirasakan VI MMI di Lombok Timur," ungkap dia, melalui pesan tertulis.
Lihat juga:Lombok Diguncang Gempa Magnitudo 7,0 |
"Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah di Lombok. Sebagian masyarakat histeris karena merasakan guncangan gempa yang lebih keras dibandingkan sebelumnya," sambung Sutopo.
Iyan melanjutkan bahwa kekuatan gempa yang lebih besar ini membuat warga panik. Terlebih, listrik padam begitu gempa awal berkekuatan 7,0 terjadi.
"Situasi masih kalut semua," ungkap dia.
Warga korban gempa di Posko Pengungsian Desa Sajang, Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Sabtu (4/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) |
"Warga sekarang lebih tenang dengan hoaks-hoaks itu," imbuhnya.
Herlina, warga Ampenan, Mataram, NTB, mengungkapkan warga yang tengah berada di dalam rumah langsung keluar begitu gempa terjadi.
Lihat juga:BMKG Kecam Hoaks Baru Gempa Lombok |
"Setiap masuk [lagi ke rumah] getar, [terasa] besar," ujarnya.
Walaupun masyarakat sudah paham tentang langkah-langkah saat gempa terjadi, Herlina mengaku tetap resah dengan gempa yang terasa cukup besar kali ini.
"Kalau kayak gini gimana orang tenang? Lari lagi, lari lagi," keluhnya.
(arh)
Warga korban gempa di Posko Pengungsian Desa Sajang, Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Sabtu (4/8). (