"Gempa yang terjadi merupakan aktivitas gempa baru yang berbeda dari gempa [dengan] magnitudo 7,0 yang terjadi pada 5 Agustus 2018," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, melalui akun Twitter resmi lembaganya itu, Senin (20/8) dini hari.
[Gambas:Twitter]
Kesimpulan itu diambil berdasarkan analisis terhadap pusat gempa atau episenter gempa terbaru itu, yakni di sekitar Lombok Timur. Pihaknya juga memperbarui data kekuatan gempa itu menjadi magnitudo 6,9.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Dwikorita menambahkan bahwa jumlah gempa susulan pascagempa magnitudo 6,9 itu mencapai 22 kali, hingga Senin (20/8) pukul 01.25 WITA.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutup Dwikorita.
Gempa magnitudo 7,0 pada Minggu (5/8) itu memiliki episenter di sekitar Lombok Utara. Setelahnya, terjadi sejumlah gempa yang lebih kecil.
(arh)