"Sebanyak 526 titik api tersebut, terdiri dari sebanyak 331 titik api kategori sedang, dan ketegori tinggi sebanyak 195 titik api," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana dilansir Antara, Senin (20/8).
Menurut Sutopo, 526 titik api diketahui dari hasil citra pemantauan selama 24 jam terakhir dari Satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog Modis LAPAN, pada pukul 08.22 WIB, katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutopo mengatakan, banyak titik api di Kalbar yang sebagian besar penyebabnya akibat dibakar. Menurut dia, upaya pemadaman terus dilakukan tetapi tidak sebanding dengan peningkatan jumlah titik api.
"Sehingga harus terus ditingkatkan patroli dan pencegahan Karhutla," katanya.
Pada Minggu (19/8) pekan lalu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji melalui media sosial menginstruksikan kepada sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak, agar meliburkan aktivitas belajar dan mengajar. Penyebabnya adalah kualitas udara di Pontianak semakin buruknya karena Karhutla tersebut.
"Sehubungan dengan kondisi udara di Kota Pontianak sangat buruk, maka saya instruksikan untuk meliburkan anak sekolah mulai dari PAUD, TK, SD mulai tangal 20 hingga 26 Agustus, dan masuk kembali tanggal 27 Agustus 2018," kata Sutarmidji melalui media sosial.
Kemudian, menurut Sutarmidji untuk SMP/sederajat masuk kembali atau belajar kembali pada 24 Agustus mendatang. (antara)