"Jadi saya sangat setuju sesegera mungkin Pak Jokowi di tengah-tengah menyukseskan Asian Games, beliau juga tidak lupa kondisi Lombok untuk segera menetapkan Lombok sebagai bencana nasional," ucap Hidayat yang ditemui di Gedung DPR, Senin (20/8).
Hidayat mengaku sering mengingatkan soal penetapan status bencana nasional terkait gempa yang terus terjadi di Lombok. Menurutnya dalam ukuran apa pun, pemerintah sudah sepatutnya menaikkan status kebencanaan di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perpres, lanjut Hidayat, merupakan instrumen yang tak istimewa yang diambil Istana kala mengurus bencana. Status bencana nasional lebih penting lagi ketika gempa masih terus terjadi sampai sekarang.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 15 Agustus dampak gempa 7 skala richter tersebut sudah memakan korban 460 orang meninggal dunia, 7 ribu lebih luka-luka, 400 ribu lebih warga yang mengungsi, dan kerugian materiil sekitar Rp7,45 triliun. Sementara dari gempa 6,9 skala richter yang terjadi pada Minggu (19/8), BNPB menyebut ada 12 korban meninggal.
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan penetapan status bencana nasional di Lombok dapat memengaruhi kunjungan wisata di pulau tersebut. Lombok yang menjadi kekuatan wisata baru Indonesia saat ini memang sedang naik daun.
Hidayat justru menilai pertimbangan pariwisata ini tak pantas. Baginya, alasan tersebut hanya untuk kepentingan asing belaka.
Dalam kesempatan yang sama Hidayat mengapresiasi pemerintah dalam gelar pembukaan Asian Games pada Sabtu kemarin. Meski menyoroti penggunaan pemeran pengganti (stuntman) dan pelat nomor dari motor yang dipakai oleh Jokowi, ia menyambut baik pembukaan tersebut.
"Tapi secara prinsip, saya sampaikan apresiasi, pertunjukan kemarin begitu memukau, spektakuler, sekaligus kalau semangatnya adalah Spirit of Asia," katanya. (ayp/wis)