Hal itu dipastikan melalui sebuah surat bernomor surat perintah tugas Nomor 820/2235/425.103/2018 bertanggal 21 Agustus yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Probolinggo, Moch Maskur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barung menyebut pihaknya bersama dinas pendidikan mengaku sudah meminta keterangan kepada Hartatik terkait insiden itu.
"Hasil dengan keterangan sudah sesuai dengan apa yang telah disampaikan, dan pada intinya tidak ada faktor kesengajaan," tutur dia.
Soal pengganti Hartatik di kursi kepala sekolah, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak Yayasan TK Kartika V-69.
Sebelumnya, Kota Probolinggo, Jawa Timur, diviralkan dengan pawai murid Taman Kanak-kanak. Pasalnya pawai yang momentumnya kemerdekaan itu, justru dicederai dengan melambangkan kekerasan membawa replika senjata api.
Sontak hal ini viral di media sosial, beberapa akun FB juga melakukan protes. Warganet (netizen) pun ramai- ramai mengomentarinya. Bahkan organisasi kepemudaan juga ikut protes seperti GMNI, IPNU, GP Ansor dan Gusdurian Probolinggo.
Menurut Braung, Hartatik mengaki tidak bermaksud untuk mendukung atau mengarahkan kegiatan tersebut terhadap kelompok radikal atau kelompok tertentu.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Frans Barung, Senin (14/5). (CNNIndonesia/Abi Sarwanto) |
"Maksud dari mereka merefleksikan perjuangan Rosululloh dan tidak ada maksud mengarah kepada simbol - simbol radikalisme, hanya menanamkan keimanan kepada anak didiknya," ujarnya.
(dik/arh)
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Frans Barung, Senin (14/5). (