"Ya sudah dilaporkan ke Polda Metro kemarin tanggal 22 Agustus jam 18.30 WIB," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/8).
Laporan tersebut dilakukan dengan tuduhan penganiayaan. Kini polisi langsung menyelidiki kasus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tulisan itu disebutkan jalan tol saat itu terbilang padat. Dia pun sempat mengerem mendadak karena mobil di depan yang tiba-tiba menghalangi lajunya. Saat itu mobil jenis Captiva hitam dengan plat nomor B1207 TGZ berada di belakang mobil yang dikemudikannya.
"Saya enggak tau dia emosi atau bagaimana setelah bayar tol mobil tersebut memblok mobil saya dengan menghalangi dari jalur tengah, tindakan ini hampir menyebabkan saya ditabrak oleh mobil belakang saya," tulisnya.
Kasat PJR AKBP Slamet mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah pelaku pemukulan tersebut benar anggota TNI atau bukan. Namun dia meyakini jika mobil tersebut berplat nomor umum dan tidak termasuk dalam plat Mabes TNI.
"Itu bukan plat TNI, itu plat nomor umum," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/8).
Mengenai hal ini, dikutip Detikcom, TNI buka suara. TNI menyebut sopir tersebut bukan anggotanya, melainkan sipil yang arogan dengan memakai stiker TNI.
"Pemilik mobil itu orang sipil, bukan TNI. Pakai-pakai stiker TNI bertindak arogan," kata Kapuspen TNI Mayjen Sabrar Fadhilah lewat pesan singkat, Rabu (22/8). (osc/gil)