Hal itu menanggapi pernyataan Fadel yang menyebutkan potensi perpecahan dukungan di tubuh Golkar seperti pada pilpres 2014.
"Pak Fadel Muhammad itu sudah nyalon jadi DPD dan sudah diterima pencalonannya oleh KPU maka yang bersangkutan tidak bisa lagi berbicara tentang partai," kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (27/8).
Airlangga mengklaim internal Partai Golkar solid mendukung bakal pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Airlangga mengatakan rapat pleno Golkar yang digelar sore hari ini mengagendakan pembentukan badan pemenangan pemilu (Bappilu) untuk pemilu serentak 2019.
"Bappilu itu nanti seluruh Indonesia, terutama untuk pemilu legislatif dan tentunya kita sudah melakukan pertemuan dengan para fungsionaris yang akan maju pada pemilu legislatif," kata Airlangga.
Sebelumnya, Fadel menyayangkan munculnya nama Ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo di ajang pilpres 2019.
Menurut Fadel, pemilihan Ma'ruf Amin sebagai pendamping Jokowi justru memicu perpecahan di internal Golkar karena sejak awal kader berharap bisa mendapatkan posisi cawapres. (sur)