"Untuk menciptakan sebuah komunikasi publik yang terkait kontestasi pilpres itu yang lebih dingin, lebih adem, tidak terprovokatif, makanya itulah kami pilih sosok kang Demiz," ujar Arsul saat dikonfirmasi Rabu (29/8).
Sekjen PPP itu bercerita bahwa penunjukan Deddy sebagai jubir tak datang secara tiba-tiba, namun telah melalui proses komunikasi sejak lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu jawabanya 'kayaknya saya mantap Pak Jokowi' ya sudah ayo bantu Pak Jokowi agar dapat kesempatan lagi, kan gitu aja," ujarnya.
Ia mengatakan persoalan tersebut sudah diselesaikan dengan baik dan tak menjadi halangan bagi Deddy untuk bergabung ke koalisi Jokowi.
Arsul mengatakan pihaknya tak memberikan beban bagi Deddy untuk turut membantu mengamankan suara Jokowi-Maruf di Jawa Barat.
Ia meyakini proses pemenangan suara Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat melalui proses kerja sama antara semua elemen masyarakat di wilayah tersebut.
"Saya kira kalau soal mengamankan suara itu sebagai kerja bersama. Tetapi kami lebih membutuhkan peran Kang Demiz sebagai jubir," tutur Arsul.
"Pasca sikap politik beliau mendukung Jokowi-Ma'ruf yang tidak sesuai garis partai ini, tentu keberadaan beliau di Demokrat akan segera kami review sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Partai," kata Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon, dalam keterangannya, Selasa (28/8). (wis/pmg)