"Jangan berpikir begitu ada inpres langsung jadi. Tergantung pengusahanya. Ada inpres atau tidak tergantung teknologinya," ujar JK saat ditemui di Balai Kartini pada Rabu (29/8).
JK juga mengatakan industri mobil listrik perlu didukung sistem yang menyeluruh. Nantinya jika telah digunakan secara massal, masyarakat pasti akan membutuhkan lebih banyak fasilitas pengisian baterai mobil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK mengatakan pemerintah bersedia membantu penyediaan fasilitas tersebut. Namun, dia meminta teknologi mobil listrik harus bisa bersaing dengan mesin konvensional berbahan bakar minyak bumi.
"Bisalah saya kira itu nanti disinkronkan bersama. Industrinya, mobilnya, fasilitasnya, colokan-colokan, dan juga efisiensi industri itu sendiri. Dapat bersaing enggak dengan mobil BBM yang lain?," kata JK.
Adanya Perpres itu dianggap penting oleh industri dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia. Sebab Perpres itu memberikan kepastian hukum bagi para pelaku industri mobil listrik. (ayp)