"Saya besok (Minggu) akan ke lombok ya, pagi," ujar Jokowi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (1/9).
Daerah Lombok, NTB, diguncang serangkaian gempa terhitung sejak 5 Agustus lalu. Gempa pertama yang terjadi saat itu berkekuatan magnitudo 7,0. Setelah itu sejumlah gempa susulan terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 22 Agustus 2018 pukul 04.00 WITA mencatat jumlah rumah yang rusak berat di NTB mencapai 76.765 unit. Sementara fasilitas publik dan rumah ibadah yang rusak sebeanyak 1.229 unit.
Total 19menteri dikerahkan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB. Mereka antara lain Menko Polhukam, Menko PMK, Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman, Menteri PUPR, Mendagri, Menteri Agama dan Mendikbud. Selain itu juga Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri ESDM, Menkominfo, Menteri LHK, Menteri Pertanian, Menteri BUMN, Menkop dan UKM, Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN.
Setelah Inpres itu pemerintah bakal memberi bantuan dana tahap pertama sebesar Rp10 juta kepada setiap pemilik rumah yang rusak akibat gempa di Lombok.
"Dana 50 juta ini akan dibagi lima tahap, Rp10 juta untuk modal awal, tahap selanjutnya Rp10 juta untuk membangun misalnya pondasi rumahnya," ungkap Puan, Jumat (31/8).
Jokowi sebelumnya juga sempat memantau langsung penanganan pascagempa di NTB pada 14 Agustus lalu. (wis)