Juru Bicara FPI Slamet Ma'rif menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menentukan dukungan sehingga tak layak jika dalam agenda deklarasi salah satu pasangan calon logo mereka dicatut.
"Kami belum menentukan pilihan, maka tidak boleh logo atau nama besar Habib Rizieq dicatut, kami menolak," kata Slamet kepada CNNIndonesia.com dihubungi melalui pesan singkat, Senin (3/9).
Jika pun ditemukan selebaran atau poster yang kadung mencatut nama FPI dan Habib Rizieq pihaknya akan segera menegur dan memberikan klarifikasi kepada umat bahwa FPI tak terlibat dalam gerakan paslon manapun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet mengatakan terkait dukungan kepada paslon, FPI hingga saat ini masih menunggu komando Rizieq Shihab dan juga hasil dari Ijtima Ulama II.
"Perlu sekali diketahui dan diklarifikasi, kami belum tentukan dukungan. Kami masih tunggu hasil daripada Ijtima Ulama II dan komando langsung dari habib (Rizieq)," kata dia
"Masih tunggu kabar dari GNPF, hanya saja yang pasti Habib belum bisa hadir dalam Ijtima Ulama nanti," kata dia.
Sebelumnya Laskar Pembela Islam, organisasi sayap FPI dalam aun Twitternya, @DPP_LPI meminta penyelenggara deklarasi Garda Patriot Merah Putih dan Lintas Ormas untuk pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno untuk menghapus logo FPI dalam selebaran di media sosial.
"Kami tidak ikut terlibat dalam acara dukung mendukung / Deklarasi Capres-Cawapres. FPI dan Seluruh Sayap Juangnya berada dalam 1 Komando Imam Besar Habib Rizieq Syihab & Sepakat Menanti hasil Ijtima Ulama II".
[Gambas:Twitter] (sur)