"Kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden tidak salah dan memang tidak boleh dipersalahkan, atas nama demokrasi atau kebebasan berpendapat," kata Bambang dalam pesan singkatnya, Senin (3/9).
Selain itu gerakan #2019GantiPresiden yang sudah tersebar luas, menurutnya, tidak boleh dikecam pihak manapun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masing-masing kelompok beserta massa pendukungnya wajib menahan diri. Semua pihak juga harus menghormati aparat keamanan di setiap daerah," katanya.
"Manuver politik oleh siapa pun tidak boleh mengorbankan masyarakat, apalagi mengadudomba kelompok-kelompok masyarakat hanya karena beda pilihan politik," ujarnya.
Politisi Golkar ini juga beharap insiden penolakan deklarasi #2019GantiPresiden yang terjadi di Surabaya dan Riau belum lama ini tidak berulang di kota-kota lainnya.
"Karena itu, tindakan antisipatif patut diteruskan. Seperti diketahui, dua kelompok massa nyaris bergesekan di Surabaya dan Riau saat menyikapi deklarasi #2019GantiPresiden," katanya.
Sebelumnya, aktivis Neno Warisman dan musisi Ahmad Dhani dilarang menghadiri acara Deklarasi #2019GantiPresiden di dua lokasi berbeda. Neno di Pekanbaru, Riau sedangkan Dhani di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (25/6) lalu.
Neno diadang ratusan orang di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8) sore. Sementara Dhani ditolak oleh kelompok masyarakat yang tak setuju dengan kegiatan tersebut setelah mendapat penolakan dari massa anti #2019GantiPresiden.