"Lalu apa masalahnya? Dia tidak menganjurkan untuk pemberontakan, dia tidak menganjurkan untuk memisahkan negara, dia tidak menganjurkan untuk ganti Pancasila, dia tidak menganjurkan untuk makar, di mana masalahnya?" kata Muzani, saat ditemui di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Jakarta dan di MPR ceramah di depan kami semua. Saya mendengar dan pimpinan MPR yang lain [mendengar], di mana masalahnya. Enggak ada masalah," ujarnya.
Ustaz Abdul Somad, di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (29/8). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
"Ceramah yang meningkatkan kecintaan kepada negara, ceramah yang meningkatkan etos kerja sebagai seorang hamba Tuhan, supaya sukses hidup di dunia dan mulia di akhirat," tuturnya.
Salah satu penyebab dugaan ancaman ini mencuat lantaran terdapat surat pernyataan kepada Polri terkait rencana kegiatan Somad di Jawa Tengah.
Aly menganggap ceramah yang dilontarkan Abdul Somad banyak "ditunggangi" oleh organisasi terlarang Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI). Pola gerak HTI kerap menggunakan kajian agama dan mencatut nama-nama ulama untuk menarik massa demi kepentingan politiknya.
Namun, Muzani menganggap cara tersebut seharusnya tak dilakukan sehingga membuat Somad merasa terancam, yang akhirnya membatalkan ceramah di sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah.
Massa pro HTI di depan PTUN, Jakarta Timur, Senin (7/5). (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra) |
"HTI disuruh minggir, UAS kan selalu sendiri terus, janganlah begitu. Yang penting kan isinya," ujarnya.
Lebih lanjut, Muzani mengatakan Indonesia sebagai negara demokrasi harus bisa menjunjung kebebasan berpendapat, berpikir, berbicara, berkumpul. Kesemua itu, kata Muzani dijamin Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
(arh/sur)
Ustaz Abdul Somad, di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (29/8). (
Massa pro HTI di depan PTUN, Jakarta Timur, Senin (7/5). (