Kerugian yang mereka alami tidak sedikit. Sebab kios maupun barang dagangan mereka ludes terbakar. Kerugian material pun ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Para pemilik kios pun terlihat langsung membersihkan dan memunguti puing-puing bangkai kios barang yang sudah hangus dilahap si jago merah pada Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahunya dari suami karena saya sudah berada di rumah," kata Fia sambil tersedu.
Fia mengaku sudah dua kali menjadi korban kebakaran pasar. Pada 15 Juli 2018 lalu, saat pasar ini kebakaran, api turut melalap beras dagangannya.
"Jaraknya baru sebulan setengah sudah kejadian lagi," ujarnya.
"Waktu kebakaran pertama lebih besar lagi yang terbakar sampai 15 ton," kata dia.
Pedagang lainnya Neng (36), mengaku pasrah atas musibah yang dialaminya. Ia pun mengaku tidak bisa menyelamatkan barang dagangannya saat kejadian kebakaran berlangsung.
"Ya pas kejadian memang lagi jualan. Tapi apinya cepat merembet karena anginnya kencang," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran melanda pasar di los 6 dan 7. Jumlah kios yang terbakar yakni sebanyak 120 kios. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. (osc/hyg/sur)