Ismail mengatakan, ada kesan bahwa kubu pendukung Jokowi mencoba menakuti masyarakat akan sosok Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan mencatut nama pihaknya. Aparat disebutnya juga ada dibalik upaya itu.
"Dalam konteks politik, ini kelompok Jokowi melawan kelompok Prabowo. Ini diembuskan kelompok Jokowi untuk menakut-nakuti kelompok Prabowo," kata Ismail kepada CNNIndonesia.com via sambungan telepon, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baginya, tudingan keberadaan pihaknya di balik kunjungan UAS ke berbagai daerah adalah hal yang konyol. Sebab, HTI sendiri sudah dilarang keberadaannya oleh hukum.
"Itu kan tudingan-tudingan yang ngawur. #2019GantiPresiden ditunggangi HTI, UAS ditunggangi HTI, berarti itu sudah jadi alat monsterisasi, alat untuk melakukan persekusi politik," cetusnya.
Ia juga menyayangkan mubalig sebesar Abdul Somad yang beberapa kali dipercaya menyampaikan ceramah di sejumlah lembaga negara saja masih mendapat ancaman. Ia melihat ada pembiaran dalam kasus ini.
GP Ansor Jawa Tengah menilai kegiatan ceramah UAS ditunggangi oleh kepentingan HTI. Mereka menuding HTI kerap memakai kajian agama dan nama ulama terkenal untuk menarik massa demi kepentingan politiknya.
(arh/sur)