Menurut Anies buka atau tutupnya sebuah usaha merupakan hal yang wajar terjadi dalam sebuah usaha bisnis. Tak terkecuali OK OCE Mart.
"Usaha online juga banyak yang tutup," kata Anies di Hotal Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang ini masalah gerakan masyarakat, jadi kita teruskan" ujarnya.
Anies juga mengaku dirinya juga baru saja melakukan rapat pimpinan (rapim) khusus yang membahas tentang program kewirausahaan di Jakarta.
Selain itu, lanjutnya, hal itu juga bertujuan untuk memastikan kewirausahaan di Jakarta menjadi lebih baik.
"Karena ini adalah kota jasa yang peluang usahanya banyak, yang dibutuhkan adalah program yang terencana, berhasil di sebuah komunitas, lalu dari situ baru digandakan," tuturnya.
Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya mengatakan OK OCE Mart di Kalibata tersebut tutup karena persoalan harga sewa lahan.
Menurut Faransyah, toko tersebut tak bisa menutup biaya operasional sehingga akhirnya harus tutup.
"Kalau lahannya tidak sewa masih memungkinkan menutup biaya operasional," kata Faransyah saat dikonfirmasi, Senin (3/9). (osc/sur)