Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno menyebut jubir emak-emak ini disiapkan untuk menyuarakan keprihatinan perempuan Indonesia. Kata dia, emak-emak tak hanya berkonotasi pada ibu rumah tangga atau lansia, tetapi seluruh perempuan di Indonesia.
"Kita ingin menyuarakan apa yang menjadi keprihatinan perempuan dan ibu seluruh Indonesia. Itu yang kita kedepankan," kata Eddy di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim jubir emak-emak akan berkeliling dan menyuarakan apa yang jadi konsen emak-emak sehari-hari," kata Eddy.
"Fokus kita adalah perhatian dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, ini yang kami kuatkan, maka akan segera kami tampilkan dalam waktu dekat," katanya.
Nantinya kata Eddy semua kebijakan yang akan diambil Prabowo-Sandiaga jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 akan mengutamakan perspektif gender dan kelompok rentan.
"Jadi tidak hanya berbicara ke eksternal, kita bicara juga ke internal dan memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan tentu memastikan suara perempuan terdengar," katanya.
Istilah 'Emak-Emak' kerap dilontarkan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno dalam beberapa kali kesempatan.
Sandiaga bahkan pernah menyebut 'emak-emak' akan menjadi kunci memenangkan pertarungan Pilpres 2019.
Kata Sandi, dia ingin ingin berjuang bagi kesejahteraan kaum ibu. Bentuknya, membuat harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.