Ia bahkan menyebut Menpora saat ini, Imam Nahrawi, untuk mengonfirmasi daya tampung rumah menteri itu.
"Apa mungkin sebesar rumah dinas menteri ada 3.226 jenis barang? Rumah siapa yang jenis barangnya sebanyak itu? Apa rumah Pak @imam_nahrawi ?" cuitnya, melalui akun pribadinya di Twitter, Rabu (5/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Coba ditelisik, rumah sebesar apa sih yang jenis barangnya 3.226? Tidak mungkin rumen menteri jumlah barangnya sebanyak itu. Rumah konglomerat saja tidak akan sebanyak itu barangnya," ia melanjutkan.
Andi pun meminta KPK untuk memeriksa isi rumah dinas Imam Nahrawi, yang merupakan kader PKB.
Isinya, permintaan kepada Roy, yang juga merupakan kader Partai Demokrat, agar mengembalikan BMN setelah tak lagi menjabat Menpora. Hal itu didasarkan hasil pemeriksaan BPK terkait masih ada sebanyak 3.226 unit BMN yang dianggap belum dikembalikan Roy.
Andi menduga bahwa surat Kemenpora itu terkait dengan komentar kritis Roy terkait penyelenggaraan Asian Games 2018.
[Gambas:Twitter]
"Jangan karena Roy Suryo yang berkomentar kritis soal Asian Games lalu Kemenpora berbuat sesukanya soal 3.226 jumlah barang di rumah dinas menteri," ucap dia.
Menurutnya, Roy berjasa besar saat menjadi utusan resmi negara saat penentuan tuan rumah Asian Games 2018, di Seoul, Korea Selatan. Di saat yang sama, barang-barang di rumah Roy tengah diangkut.
"Roy Suryo sebagai menpora adalah salah satu utusan resmi 2012 2014 memperjuangkan asian games di Indonesia. Bahkan saat pindahan rumah dia sedang di seoul rapat penentuan Asian Games 2018," tutur Andi.
(sur)