Ma'ruf yang mengenakan peci hitam dan jas abu-abu dengan sarung itu tiba sekitar pukul 18.49 WIB.
Kedatangan Ma'ruf langsung disambut oleh jajaran pengurus PP Muhammadiyah. Ia bersama sejumlah pengurus lantas menuju lantai atas kantor tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekaligus ingin memberi tahu bahwa saya ditunjuk sebagai calon wakil presiden. Saya minta doanya, kalau bisa minta dukungannyan begitu," kata Ma'ruf sambil tertawa.
Sebelum mengunjungi PP Muhammadiyah, Ma'ruf Amin sudah menghadiri acara silaturahmi nasional Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (29/8).
Ma'ruf beberapa hari lalu disebutkan telah nonaktif sebagai Ketua Umum MUI. Namun ia masih tercatat sebagai Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Terkait jabatannya di NU itu, Ma'ruf mengatakan dirinya akan mundur setelah resmi ditetapkan sebagai cawapres Jokowi oleh Komisi Pemilihan Umum.
"Setelah nanti sudah ditetapkan sebagai cawapresnya pak Jokowi, saya akan melakukan pengunduran diri dari Rais Aam PBNU. Tapi harus melalui beberapa tahapan, jadi tidak asal-asalan mundur," ungkap Ma'ruf usai silaturahmi di Ponpes Futuhiyah, Mranggen, Demak, Rabu (5/9).
Sedangkan, apabila Rais 'Aam dan Wakil Rais Aam berhalangan tetap dalam waktu yang bersamaan, maka Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan Pejabat Rais 'Aam dan Pejabat Wakil Rais 'Aam. (wis)