Djoko adalah mantan Panglima TNI. Dia menjabat pucuk tertinggi militer pada 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010.
Karier militer Djoko dimulai tahun 1975 saat lulus dari AKMIL. Usianya ketika itu 23 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karier Djoko terus melesat. Pada tahun yang sama ia kembali dipromosikan menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (WaKSAD). Dua tahun kemudian atau pada 2005 Djoko diangkat menjadi KSAD menggantikan Ryamizard Ryacudu.
Puncak karier Djoko Santoso saat dirinya didapuk sebagai Panglima TNI periode 2007-2010 pada masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono.
Pilkada DKI
Tak banyak yang bisa diketahui soal kiprah Djoko di Gerindra. Namun pada 2017, Djoko membuktikan kemampuan politiknya dengan memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta.
Saat itu Djoko memang tercatat sebagai anggota tim sukses Anies-Sandi. Dia diberi tugas khusus mengawal Anies-Sandi di Jakarta Timur.
Jakarta Timur punya arti sangat strategis karena tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemilih terbesar dibandingkan daerah lain di ibu kota. KPU DKI mencatat Jakarta Timur memiliki 2.006.397 pemilih.
Kini Djoko memimpin BPN pasangan Prabowo-Sandiaga untuk Pilpres 2019. Jelas, ada perbedaan besar antara kerja pemenangan di Pilkada DKI dengan Pilpres 2019. Namun pengalaman membantu memenangkan Anies-Sandi di Jakarta tetap menjadi modal penting bagi Djoko untuk bertarung di medan perang Pilpres 2019.
[Gambas:Video CNN]
(wis)