Dia berkaca dari Presiden Joko Widodo yang mengumbar akan menyelesaikan masalah HAM saat kampanye, tetapi sampai saat ini tak kunjung terwujud.
"Tidak boleh itu sekadar jadi komoditas politik. Dulu juga Pak Jokowi gunakan itu, tapi sampai detik ini tidak ada satu pun yang selesai," ujar Dahnil saat ditemui di kantor wakil presiden, Jakarta, Jumat (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahnil pun tak sepenuhnya percaya jika ada pasangan calon yang menjanjikan bakal menyelesaikan kasus Novel. Ia memastikan akan terus menagih janji tersebut.
Selain permasalahan HAM, Dahnil juga menyoroti permasalahan impor yang selalu dibahas di masa kampanye. Berkaca pada kampanye pilpres terdahulu, permasalahan impor selalu menjadi bahan jualan pasangan capres cawapres. Nyatanya, kata dia, kebijakan Jokowi saat ini justru cenderung menggenjot impor.
"Sebutlah Pak Jokowi dulu menyebut setop impor, nanti akan kita lihat juga Prabowo jual apa, apakah setop impor juga, atau sekadar janji," ucap Dahnil.
"Bagi saya rezim impor harus dihentikan siapapun presidennya, karena ekonomi domestik kita tidak akan berkembang," lanjutnya. (ayp/gil)