Prabowo mengatakan Djoko patut menerima keris tersebut. Menurutnya, Djoko adalah seorang panglima. Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu memang mantan Panglima TNI.
"Saya memberi kenang-kenangan sebuah keris sebagai tanda seorang kesatria, seorang senopati, seorang panglima," ucap Prabowo saat memberikan sambutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan keris itu adalah kenang-kenangan yang diberikan kepada Djoko. Namun, menurut sejarawan Universitas Padjadjaran Widyonugrahanto, pemberian keris tersebut adalah simbol Prabowo memberikan mandat atau tugas kepada Djoko.
Anto mengatakan hal itu juga identik dengan tradisi Raja Jawa saat memberikan tugas atau jabatan kepada seseorang.
"Keris itu adalah simbol tugas tersebut. Biasanya simbol keris juga berarti memberi jabatan tertentu," lanjutnya.
Calon Ketua Tim Kampanye Nasional poros Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Menurut Anto, Prabowo memberikan keris kepada Djoko Santoso juga bisa diartikan bahwa ketua tim kampanye nasional memang sudah resmi, meski belum diumumkan. Prabowo, kata Anto, kemungkinan mencoba meyakinkan kepada publik bahwa Djoko sebagai ketua tim kampanye bukan sebatas klaim semata.
"Mungkin juga jadi ketua tim pemenangan pemilu," katanya.
Keris Nogososro
Keris yang diberikan Prabowo kepada Djoko Santoso memiliki panjang sekitar 50 sentimeter. Dibungkus oleh penutup berwarna emas yang dilengkapi dengan hiasan menyerupai permata berwarna-warni.
Anto tidak mengetahui pasti jenis keris tersebut. Alasannya, keris baru akan terlihat ketika dibuka dari penutupnya, sementara CNNIndonesia.com tidak diperkenankan untuk membuka keris tersebut.
Keris pemberian Prabowo Subianto kepada Djoko Santoso yang berulang tahun ke-66, Sabtu (8/9). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
"Tapi jenis keris yang biasanya untuk kewibawaan jabatan itu jenisnya Nogososro," kata Anto.
"Biasanya lain kerajaan lain juga nama kerisnya," ucap Anto.
Lihat juga:Prabowo dan Anies Hadiri Ultah Djoko Santoso |
Nogososro sendiri memiliki beragam jenis. Anto mengatakan hal itu hanya bisa dilihat dari jumlah lekukan keris. Selain itu, pamor keris juga baru dapat teridentifikasi dari lekukannya.
"Bisa jenis nogososro tapi dengan pamor-pamor tertentu. Keris itu bisa dilihat jenisnya, pamornya atau Luk nya (jumlah lekukannya). itu beda-beda simbolnya," ucap Anto.
Penamaan jenis keris, kata Anto, memang merupakan tradisi kerajaan Jawa di masa silam. Dia mengatakan keris yang diberikan raja Jawa kepada anaknya pun memiliki istilah yang berbeda.
"Biasanya seorang Raja memberi keris yang namanya Joko Piturun kepada anaknya. Nah anaknya yang diberi keris trsebut berarti diangkat sebagai Putra Mahkota," ujarAnto. (pmg)

Keris pemberian Prabowo Subianto kepada Djoko Santoso yang berulang tahun ke-66, Sabtu (8/9). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)