Hal ini disampaikan Hinca karena Ketua Indonesia Asian Games 2018 (Inasgoc) itu juga pemilik media.
Hinca khawatir masuknya Erick di kubu Jokowi berpengaruh pada pemberitaan media miliknya di hadapan publik. Hal ini sama saja mencederai demokrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hinca mengibaratkan politikus sebagai penari yang menggerakkan tubuhnya di atas panggung untuk berekspresi. Sedangkan pemilik media adalah pemilik panggung yang bertugas memastikan gelaran seni tari tersebut berjalan baik.
Keberadaan Erick di kubu Jokowi, menurut Hinca, tidak elok. Ia ibarat pemilik panggung yang ikut menari.
"Biarlah pemilik panggung tetap pemilik panggung, penari tetap penari. Janganlah pemilik panggung ikut menari," kata Hinca.
"Biarkan semua sesuai perannya masing-masing," ujarnya.
Erick saat ini menjabat sebagai direktur utama ANTV, stasiun televisi swasta nasional. Selain itu, ia juga pemilik saham minoritas di TVOne dan VivaNews.com.
Erick juga pemilik Mahaka Media Group yang pernah mengakuisisi harian Republika. Erick sempat pula menjabat sebagai direktur hingga 2008. Selanjutnya, pada 2010 dia didapuk sebagai komisaris. Jabatan itu masih diembannya hingga saat ini.
Pada 2005 lalu, Erick melalui Mahaka mendirikan Jak TV. Ia juga memiliki sejumlah radio, diantarnya Gen FM, Delta FM dan Female Radio. (lav)