Mereka menuntut perusahaan aplikasi menghentikan eksploitasi terhadap pengemudi online. Selama ini, mereka merasa tidak diperlakukan sebagai mitra perusahaan.
Para pengemudi itu menuntut agar pemerintah menutup perusahaan aplikasi ojek online, bila tak mampu mensejahterakan pengemudi, dan membuat perusahaan aplikasi baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menceritakan selama ini driver justru diperlakukan tak manusiawi. Dia mengatakan perusahaan tak pernah memikirkan kesejahteraan pengemudi.
"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan meminta pemerintah pusat segera menutup dan mengusir semua aplikasi yang menzalimi rakyat dan segera menghadirkan aplikasi transportasi online yang profesional adil, transparan dan Mensejahterakan rakyat," lanjut Dedi.
Aksi ini diikuti ratusan pengemudi taksi dan ojek online. Puluhan polisi mengawal aksi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari perwakilan Grab Indonesia. Para pengemudi masih menunggu perwakilan manajemen.
Aksi tersebut rencananya akan dilanjutkan Rabu (12/9) ke kantor Kemenhub dan Gojek Indonesia.
(ugo/kid)