"(Deddy) sudah (menerima SK). Sebagai jubir," ujar Antoni saat dihubungi, Senin (10/9).
Antoni tidak menejelaskan secara rinci perihal TKN Jokowi-Maruf memutuskan untuk menunjuk Deddy sebagai jubir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Deddy, Antoni juga menyampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe juga bakal menjadi bagian dari TKN Jokowi-Maruf. Lukas yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Papua itu, klaim Antoni, kemungkinan bakal menjadi anggota dewan pembina atau penasihat TKN Jokowi-Maruf.
Raja Juli Antoni. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Ia menyebut Gerindra mendominasi TKN usai juga menempatkan kadernya sebagai capres dan presiden.
"Terus apa peran Demokrat di sana?. Dalam konteks ini saya bisa memahami, ini wajar," ujar Antoni.
Di sisi lain, Antoni juga mengucapkan terima kasih kepada Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang memberi sinyal untuk mendukung Jokowi-Maruf meski Demokrat sudah berkoalisi dengan Gerindra, PAN, dan PKS mendukung Prabowo-Sandiaga.
Ia berharap Dukungan tersebut terealisasi untuk menambah peluang kemenangan Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.
"Pemenangan Pilpres ini melibatkan sebanyak mungkin orang. Dengan tambahan orang-orang terkait di Demokrat akan membantu suara Pak Jokowi," ujar dia.
Deddy Mizwar sendiri menyatakan belum dapat mengambil keputusan untuk menjadi juru bicara Jokowi-Ma'ruf. Dia berjanji akan memberikan jawaban ke publik pada 21 September 2018.
Sementara itu, pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat juga mengklaim Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Demokrat Jabar Deddy Mizwar tak akan menjadi tim sukses pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019.
Raja Juli Antoni. (CNN Indonesia/Safir Makki)