"Memang bikin pesawat enggak gampang, Insya Allah tahun depan pada waktu HUT TNI, dua pesawat dulu sudah jalan," kata Ryamizard saat ditemui di Jakarta, Senin (10/9).
Jet senilai US$1,14 miliar itu dibeli oleh pemerintah Indonesia sebanyak 11 unit melalui skema imbal beli dagang dengan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan dan Komunikasi Kemenhan Brigadir Jenderal Totok Sugiarto mengatakan kedatangan jet Sukhoi itu ke Indonesia akan dilakukan secara bertahap.
Tahap pertama, kata Totok, dua unit Sukhoi akan dikirim pada Agustus 2019. Lalu tahap kedua akan dikirim empat unit 18 bulan setelah kontrak efektif. Dan, lima unit sisanya akan dikirim setelah 23 bulan dari kontrak.
Selain itu, Totok juga menegaskan TNI AU telah melatih para personelnya untuk membawa pesawat tersebut.
Ia pun mengatakan TNI AU telah mengirim beberapa personelnya untuk dilatih langsung ke Rusia sebagai proses latihan sebelum pesawat tersebut datang ke Indonesia.
Imbal beli 11 Sukhoi itu terealisasi setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia PT Perusahaan Perdagangan Indonesia di awal tahun ini. (wis)