PAN Tepis Isu Soetrisno Bachir Dukung Jokowi-Ma'ruf

Tiara Sutari & Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Selasa, 11/09/2018 14:37 WIB
PAN Tepis Isu Soetrisno Bachir Dukung Jokowi-Ma'ruf Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, di Jakarta, Kamis (9/8). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memastikan semua kadernya, termasuk Ketua Majelis Penasihat PAN Soetrisno Bachir, mematuhi kebijakan partai yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Hal itu dikatakan sebagai respons terhadap kubu tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang mengklaim Soetrisno bakal mendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

"Kata siapa sih itu? Enggak [dukung Jokowi-Ma'ruf] lah," kata Zulkifli ditemui di kawasan Matraman, Jakarta, Selasa (11/9).


Klaim dukungan Soetrisno kepada Jokowi-Ma'ruf diutarakan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani. Pria yang akrab disapa Zulhas ini pun menyindir Arsul sebagai pihak yang sering mengaku-ngaku soal dukungan.

"Banyak yang ngaku-ngaku," ujar Zulhas sambil menegaskan PAN solid memberikan dukungan terhadap Prabowo-Sandi.

Sebelumnya, Arsul mengklaim Soetrisno Bachir bakal mendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani, di kantor Setkab, Jakarta, Senin (7/5).Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani, di kantor Setkab, Jakarta, Senin (7/5). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
"Kalau dari PAN, kan, Insya Allah Soetrisno Bachir dan kawan-kawan tetap dukung Pak Jokowi," kata dia, saat dihubungi wartawan hari ini.

Arsul tak menjelaskan secara rinci alasan dukungan dari Soetrisno itu meski PAN mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres.

Ia hanya menyebut bahwa Ketua Komisi Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) itu sudah lama mendukung Jokowi, yakni sejak Pilpres 2014 lalu hingga saat ini.

"Pak Sutrisno Bachir kan dari dulu pendukung Pak Jokowi," kata dia.

Lebih lanjut, Arsul belum bisa memastikan apakah Soetrisno akan masuk dalam struktur TKN Jokowi-Ma'ruf.

Ia menegaskan para tokoh yang mendukung Jokowi tak harus masuk dalam struktur TKN secara formal. Terlebih lagi, masa kampanye sudah dekat sehingga tak memungkinkan untuk merombak susunan TKN tersebut.

Ia menegaskan yang terpenting sosok tersebut mau bergabung dan memberikan masukan terbaik bagi kemajuan negara bila Jokowi-Ma'ruf terpilih di Pilpres.

"Bagi kami, yang penting beliau-beliau itu bergabung dan memberikan masukan-masukan baiknya," kata Arsul.

CNNIndonesia.com menghubungi Soetrisno Bachir soal isu ini. Namun, yang bersangkutan tak mengangkat teleponnya.

(wis/arh)