Hal itu diutarakan Andi lewat akun Twitter pribadinya, @AndiArief__. Menurut Andi, Demokrat, PAN, dan PKS punya tugas berat karena harus berjuang untuk dapat lolos ke parlemen sambil memenangkan pasangan Prabowo-Sandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi menambahkan koalisi empat partai yakni Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS harus mendiskusikan seni yang tinggi sehingga keuntungan elektoral bisa proporsional
Ia menyebut dalam Pemilu 2019 ini, Gerindra adalah partai yang paling mendapat berkah elektoral karena kadernya yakni Prabowo Subianto dan bekas kadernya Sandiaga Uno diusung sebagai apsangan calon. Oleh karena itu dia mengimbau agar Gerindra tidak egois di Pemilu 2019 nanti.
Demokrat, menurut Andi harus ikut memikirkan nasib Demokrat terutama PKS dan PAN yang harus berjuang lolos parliamentary treshold (PT) atau ambang batas parlemen.
"Partai Gerindra yang pasti mendapat berkah elektoral harus berlapang dada tidak egois, harus memikirkan tiga partai koalisinya. Demokrat mungkin di zona aman, tapi berdasarkan survei posisi PAN dan PKS harus berjuang soal lolos PT. Soal-soal ini harus dibicarakan di koalisi," kicau Andi.
Pemilu Presiden 2019 akan digelar serentak dengan Pemilihan Legislatif. Berdasarkan survei LSI Denny JA, Januari 2018 lalu, sedikitnya lima partai besar yaitu PAN, PKS, Hanura, PPP dan NasDem berada dalam posisi rawan memenuhi syarat parliamentary treshold.
Survei LSI yang dilakukan pada 7-14 Januari 2018 mengajukan pertanyaan: Jika Pemilu Legislatif dilakukan hari ini, PARTAI mana yang Ibu/Bapak pilih?
Pasangan bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan), di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (7/9). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta) |
Dengan perolehan suara itu, kelima partai tersebut masuk kategori partai yang belum aman lolos parliamentary treshold. Sorotan khusus tertuju pada PAN dan Hanura.
"PAN dan Hanura harus memunculkan isu baru yang fresh dan menarik, serta figur yang terasosiasikan dengan partai sehingga tidak terlempar dari parlemen," kata peneliti LSI Rully Akbar saat menyampaikan hasil survei di Jakarta, Rabu (24/1).
(wis/arh)
Pasangan bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan), di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (7/9). (