Menurut Andi, justru aneh jika sebuah partai politik tidak bermain dua kaki saat ini. Sebab di pemilu 2019, ada dua pemilihan yang digelar bersamaan yakni pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.
"Soal Demokrat dua kaki jadi rame. Perintah Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki. Satu kaki di pileg, Satu kaki di Pilpres. Justru yang main satu kaki itu yang aneh dalam pemilu berbarengan," tulisnya melalui akun Twitter @AndiArief pada Selasa (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ujung tombak pileg adalah Caleg, Ujung tombak pilpres adalah Pengurus Pusat," lanjutnya.
[Gambas:Twitter]
Mereka yang bersikap demikian antara lain Ketua DPD Demokrat Papua Lukas Enembe dan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo. Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar juga disebut-sebut bakal masuk tim juru kampanye Jokowi-Ma'ruf.
Sikap sejumlah kader itu bertentangan dengan arah politik partai yang mendukung Prabowo-Sandiaga.
Elite pusat Demokrat tak memberikan sanksi apa pun terhadap mereka. Pimpinan Demokrat bahkan memberikan dispensasi atas sikap tersebut.