"Pak Jokowi dan koalisinya itu sama sekali tidak membujuk, merayu, mengajak, apalagi memaksa. Istilahnya tadi apa? Merampas, merampok, ya enggaklah," cetus dia, di Jakarta, Selasa (11/9).
Sebab, menurutnya, koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf sudah cukup besar dan lengkap dalam menghadapi Pemilu 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kubu Jokowi-Ma'ruf menggaet Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, yang pernah menjadi anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat. TGB akhirnya memutuskan keluar dari partai pimpinan SBY.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Jakarta, Februari. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Tak ketinggalan, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo alias Pakde Karwo santer disebut akan merapat ke timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun, hal itu belum terkonfirmasi.
Gus Choi mengaku banyak kader Partai NasDem bersimpati pada Gubernur Jawa Timur dua periode itu. Selain memiliki potensi yang bagus, Pakde Karwo juga dianggap sebagai tokoh yang matang dalam organisasi dan politik.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyatakan bakal mengajak Pakde Karwo untuk bergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.
"Sekarang masih dalam proses pembicaraan lah. Kami yakin Pakde Karwo secara pribadi mendukung Pak Jokowi," kata Arsul yang juga Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Jakarta, Sabtu (8/9).
Kader Partai Demokrat Lukas Enembe yang juga Gubernur Papua. (M. Arby Rahmat) |
"Bahkan infrastruktur pemerintahan daerah berikut otoritasnya dikerahkan untuk memenangkan Jokowi. Dua Gubernur Demokrat dibajak: di Banten dan di Papua," cuit Rachland di akun Twitter, Sabtu (8/9).
(arh/wis)
Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Jakarta, Februari. (
Kader Partai Demokrat Lukas Enembe yang juga Gubernur Papua. (