Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana, BPBD Kabupaten Temanggung, Edi Muryanto, menyebutkan bahwa total luas lahan di Gunung Sindoro yang terbakar mencapai 245,1 hektare hingga Selasa (11/9).
Sementara, luas lahan terbakar di Gunung Sumbing sejak pertama kali api muncul pada Senin (10/9) adalah mencapai 239 hektare alang-alang di petak 20-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kawasan Hutan di Gunung Sindoro Terbakar |
"Kalau pemicunya, kami hanya memprediksi bisa karena alam atau ulah manusia sehingga menimbulkan nyala api yang akhirnya meluas seperti ini," katanya, dikutip dari Antara.
Kebakaran hutan Gunung Sumbing, dilihat dari Desa Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (11/9). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin) |
Sementara itu, Korlap SAR Jawa Tengah Sutikno mengatakan kobaran api di Gunung Sindoro yang merambat ke arah selatan dapat mengancam alat seismograf yang dipasang oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Posko Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.
Ia mengatakan saat ini jarak terdekat api dengan alat tersebut berkisar 100 meter. Pihaknya telah melakukan antisipasi agar tak terjadi perambatan kebakaran pada alat itu.
Lihat juga:Kebakaran Hutan Gunung Lawu Akhirnya Padam |
(arh/wis)
Kebakaran hutan Gunung Sumbing, dilihat dari Desa Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (11/9). (