Kapal milik TNI Angkatan Laut itu terbakar di sekitar perairan Sorong, Papua Barat kurang lebih 20 mil dari Dermaga Komando Armada III, demikian diungkap dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (11/9).
TNI AL menyebut bahwa seluruh ABK KRI Rencong selamat. Saat ini mereka telah dievakuasi ke Pangkalan Armada III Sorong. Turut diselamatkan juga beserta beberapa peralatan penting KRI Rencong-622 yang dapat diselamatkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi Tenggelamnya KRI
Musibah ini terjadi pada saat KRI bergerak dari laut menuju dermaga umum Sorong untuk melaksanakan bekal ulang air tawar di Pelabuhan Sorong.
Kobaran api semakin membesar dan kapal black out (listrik mati total) serta api sudah merambat mendekati gudang amunisi kapal dan guna menghindari korban jiwa, karena rawan kemungkinan terjadinya ledakan Komandan KRI memutuskan untuk melaksanakan peran peninggalan bagi seluruh ABK KRI Rencong-622.
Pada saat proses kebakaran terjadi Komandan KRI Rencong-622 tetap berupaya melaksanakan penyelamatan kapal sesuai prosedur yang berlaku. Ia juga
melaporkan dan berkordinasi terus dengan komando atas tentang kondisi yang dihadapi di lapangan.
KRI Rencong -622 merupakan jenis Kapal Cepat Rudal (KCR), kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1979. Kapal ini ddesain sebagai kapal berkecepatan tinggi dimana badan kapal terbuat dari aluminium.
Dalam waktu dekat TNI AL akan membentuk tim investigasi untuk mencari secara menyeluruh penyebab terjadinya kebakaran tersebut dan diharapkan dari hasil investigasi ini dapat dijadikan bahan evaluasi guna mengantisipasi serta menghindari kejadian serupa dimasa yang akan datang. (eks)