Ketua Bidang Komunikasi, Media, dan Penggalangan Opini Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan ada dua faktor alasan kader oposisi mendukung Jokowi.
Pertama, menurutnya dukungan itu murni lantaran melihat kinerja Jokowi di masa sekarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan keberhasilan itu, kata Ace, tidak mungkin kepala daerah yang merupakan kader oposisi bisa bersebrangan dengan kepemimpinan Jokowi. Kedua soal sinergisitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Terakhir, Ace menegaskan tidak ada istilah bajak-membajak yang dilakukan partai koalisi Jokowi terhadap partai oposisi. Dukungan di lapangan, tegasnya, murni atas kinerja Jokowi saat memimpin pemerintah saat ini.
"Tak ada yang membajak kader Demokrat. Dukungan para kader Partai Demokrat itu murni atas kesadaran mereka sendiri. Dukungan para kepala daerah yang kader demokrat tentu dengan melihat kondisi obyektif di daerahnya," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua divisi Advokasi Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia, hanya empat daerah yang kader juga kepala daerah di sana mendukung Jokowi-Ma'ruf. Meskipun hanya empat, sambung Ferdinand, potensi suara perolehan partainya di sana cukup besar.
Ferdinand menyebutkan empat daerah yang dukungannya cukup besar ke Jokowi akan diberikan dispensasi atau tidak diberikan sanksi.
Lihat juga:Netizen Protes Iklan Jokowi di Bioskop |